Kota Digital, Mimpi yang Terlalu Muluk?

Apakah keinginan untuk menjadikan Depok sebuah ‘Kota Digital’ adalah sesuatu yang terlalu muluk, terlalu ngimpi dan di awang-awang? 


Mungkin Ya. Tapi, harus dimaklumi bahwa segala sesuatu itu berawal dari mimpi, keinginan, harapan dan sejenisnya.

Memang harus diakui, saat ini DepokDigital baru sebatas ‘simbol’, ‘slogan’ dan belum menunjukkan bentuk nyata. Bahkan, sekadar ‘peta jalan’ ke mana kami mau bergerak saja belum selesai dibuat. 


Namun kami percaya, angan-angan ini bukan sekadar angin-anginan belaka. Dan DepokDigital bisa terwujud, tentunya kalau kita melakukannya bersama-sama.


Oleh karena itu, sejak awal DepokDigital berusaha untuk menjadi inklusif. Jangan identikkan kami dengan komunitas apapun, apalagi sub-kelompok tertentu dari sebuah komunitas. Kami adalah sekumpulan orang yang punya mimpi yang sama, yang ingin melakukan apapun yang bisa kami lakukan untuk mewujudkannya.


Semoga, seiring waktu, impian itu tetap terjaga dan perlahan-lahan terwujud jadi nyata. 


4 Kriteria Kota Digital 

Barusan baca di detikinet.com, ada empat kriteria Kota Digital berdasarkan versi International Telecommunication Union (ITU). (Baca: http://www.detikinet.com/read/2011/10/27/082513/1753567/328/4-kriteria-kota-digital )


Empat hal ini, kalau mau disarikan, adalah: 

  • Broadband Connectivity
  • Digital Inclusion
  • Innovation
  • Knowledge Worker

Dari poin pertama, apa yang bisa dilakukan DepokDigital sejauh ini mungkin baru sebatas mengajak. Kami bukan pemiliki infrastruktur, sehingga perlu mengajak para ISP dan Operator untuk menguatkan jaringannya di sini.


Namun sekadar mengajak kan rasanya terlalu naif. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah menjalankan kampanye, mencoba meyakinkan ISP dan Operator bahwa Depok layak dialirkan Broadband. 



Poin-poin berikutnya lah yang akan kami galang melalui berbagai kegiatan. Sosialisasi manfaat digital kepada semua kalangan perlu dilakukan, meskipun pada awalnya tak mungkin bisa langsung menjangkau semuanya. 


Setelah wawasannya terbentuk, dan dengan kerjasama ke berbagai institusi terkait, diharapkan akan lahir Inovasi dari warga Depok yang bisa bermanfaat bagi orang di sekitarnya dan juga dunia. 


Depok Digital, pada akhirnya, bukanlah angan-angan belaka. Ini akan menjadi nyata, tinggal masalahnya, apakah warga Depok hanya menerimanya sebagai sesuatu yang asing atau justru bisa berperan aktif di dalamnya? 



Leave a Reply